Senin, 31 Desember 2012

Ini dia 5 band metal Indonesia yang berkibar di luar negeri.



1. Death Vomit 

Sepanjang September 2010 lalu, Death Vomit menjalani Tour Australia. Selama sebulan penuh mereka menggebrak kota Perth, Geelong, Sydney, Melbourne, dan Brisbane. Menurut Oki bassist band beraliran death metal ini, hal ini merupakan yang biasa terjadi dimana saja Bermula dari ketertarikan Jason Hutagalung, pemilik xenophobic records terhadap Death Vomit, lantas setelah berembug untuk beberapa waktu, berangkatlah band asal Yogyakarta ini ke negeri kangguru tersebut.


Di sana mereka sepanggung dengan band-band metal raksasa yaitu, Napalm Death dan Dying Fetus. Menurut Sofyan banyak sekali perbedaan mencolok antara scene metal di Australia dengan scene metal dalam negeri. Pelajaran utama bagi mereka adalah, di sana setiap panggung hanya ada mikrofon dan kabel-kabel saja, semua band membawa alat, dan perlengkapannya sendiri. Namun Death Vomit sudah disediakan oleh promotor, dari Yogya, mereka cukup membawa gitar, efek, bass, dan snare drum.


Sofyan menceritakan kalau di sana tidak ada istilah checksound, yang ada hanyalah checkline atau prepare selama 20 menit sebelum perform. Hal ini pun berlaku bagi band-band besar seperti Napalm Death, dan Dying Fetus.

Para musisi, dan penonton di sana sangat mengapresiasi terhadap band-band yang memang bermain bagus, termasuk Death Vomit.  Hal itu bisa dilihat dari merchandise mereka berupa CD dan T-Shirt yang sudah terjual habis di gigs ke tiga.  Di beberapa tempat sewaktu tur Australia, Death Vomit berkesempatan menjadi headliners, dan saat itulah mereka berkesempatan memasang bendera Merah Putih dan mengibarkannya.  

Hanya satu hal, yang mereka akui sulit untuk beradaptasi hingga akhir tur, yaitu faktor cuaca. “Bisa anda bayangkan ketika kami disana, saat itu musim dingin, kita yang terbiasa dengan suhu 25- 30 derajat, harus berhadapan dengan suhu dibawah 10 derajat celcius,” kenang Oki.   



Menurut bassist Death Vomit tersebut, yang paling mengesankan adalah ketika tampil di Sidney. Saat itu udara sangat dingin, mereka bertiga terserang demam, dan harus membawakan sekitar 10 sampai 12 lagu dalam kondisi demam berat. Karena kecintaan pada musik yang mereka mainkan, hal tersebut bisa teratasi.

Ada sembilan lagu di album terbaru mereka. Lagu-lagu yang berdurasi lebih panjang. ini, Death Vomit lebih mengutamakan emosi dan agresifitas. “Percuma skill tinggi, tapi emosi dan agresifitasnya kurang, karena itulah yang membedakan kami dengan band-band sejenis,” ucap Sofyan. 


2. Burgerkill


Ditahun 2009, BURGERKILL pernah tampil di SOUNDWAVE konser Rock terbesar di Australia. Burgerkill adalah satu-satunya band dari ASIA yang diundang. Di akhir konser mereka, ribuan penyuka musik metal Australia memberikan tanda-horn (suatu tanda apresiasi bagi penyuka musik metal). Di tahun yang sama  meraka juga menggelar konser “Allegiance to Metal Tour 2009” bersama Psycroptic dan NemesisBand ini juga menandatangani kontrak dengan Xenophobic Record Australia.







Burgerkill kembali tampil dalam festival musik terbesar di Australia yang bertajuk BIG DAY OUT. Mereka akan berbagi panggung dengan Mastodon, The Mars Volta, Fear Factory dan banyak musisi internasional lainnya. Menurut jadwal yang dirilis di Myspace Burgerkill, begundal-begundal Ujungberung Rebels ini tampil di kota Perth pada tanggal 31 Januari 2010 dalam rangkaian Big Day Out yang diselenggarakan ke 19 kalinya ini.

Big Day Out adalah salah satu dari rangkaian tour Eben and the gang di Australia yang bertajuk The Invasion Of Noise 2, Tour ini dimulai pada tanggal 29 dan 30 Januari di kota Perth yang dilanjut keesokan harinya di event akbar Big Day Out. Hanya sedikit band dari Indonesia yang mempunyai kesempatan melakukan tour di luar negeri seperti ini. 




Ketika Burgerkill konser di Australia meraka di temui Lamb Of God, ya karena memang meraka satu panggung pada saat konser SOUNDWAVE. Sukses dan populer tak membuat Lamb of God stop lirik band junior. Bahkan mereka mengaku temui band cadas asal Indonesia, Burgerkill yang tengah melakoni konser tur di Australia.

"Kami bertemu mereka (Burgerkill) namun tak melihat pertunjukannya. Mereka memberikan CD tapi kami belum sempat dengar. Tapi mereka hebat," ujar Randy Blythe sang vokalis saat ditemui di Mario's Place, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/3/2009). Band asal Amerika itu terlihat sangat tertarik dengan band-band metal asal Indonesia. 





3. Noxa


Noxa adalah band berasal dari ibukota yaitu Jakarta yang beranggotakan Tony-Vocal, Dipa-Bass, Ade-Guitar, Alvin-Drum.

Ga usah basa-basi lagi deh! langsung aja liat ke CADASAN band ini, di 2 sumber:

1. Sumber dari www.tempo.co artikel berjudul "Kisah Band Grindcore Noxa Mengibarkan    Merah-Putih di Eropa".
http://www.tempo.co/read/news/2010/12/26/112301583/Kisah-Band-Grindcore-Noxa-Mengibarkan-Merah-Putih-di-Eropa#

2. Sumber dari rollingstone.co.id artikel ini berjudul "Noxa Sukses Tampil Di Festival Grindcore Terbesar di Dunia".
http://rollingstone.co.id/read/2011/02/08/182938/1563563/1093/noxa-sukses-tampil-di-festival-grindcore-terbesar-di-dunia

Intinya pada pertengahan Juli silam mereka rela meninggalkan anak-istri dan pekerjaan selama satu minggu untuk terbang selama 22 jam ke Republik Ceko guna memenuhi undangan tampil di Obscene Extreme Festival 2010.

Ajang ini merupakan festival musik grindcore dan death metal yang digelar tiga hari tiga malam pada saat musim panas setiap tahunnya sejak 1999 di Trutnov, Republik Ceko. Untuk festival Obscene Extreme tahun ini total ada 66 band dari seluruh dunia yang tampil dan para headliner-nya antara lain D.R.I., Misery Index, Cripple Bastards, Doom, Avulsed. Noxa sendiri tampil di hari pertama, Kamis (15/7) lalu.

Total selama sekitar 40 menit, Tonny (vokal), Nyoman (bass), Ade (gitar) dan Alvin (drums) memainkan set grindcore mereka yang ultra-cepat namun pendek dari album Grind Virus dan self-titled di hadapan ribuanmetalhead Obscene Extreme yang datang dari berbagai negara di dunia. Bendera Merah Putih sengaja dipajang di head cabinet bass milik Nyoman sementara di depan drum set Alvin ikut dipajang pula topeng Barong khas Bali. Sambutan yang meriah dari para penonton yang ikut slam dance dan moshing (bahkan naik ke atas panggung) juga mengiringi penampilan Noxa.



4. Jasad


Jasad merupkan band asal Kota Bandung(Jawa Barat) - Indonesia yang dibentuk pada tahun 2000 dengan formasi awal Ferli pada Gitar, Dani pada Drum, Yoel pada Bass,dan Man pada Vokal.Musik dan gaya permainan mereka banyak dipengaruhi band-band brutal death metal asal amerika seperti Suffocation dan Devourment.Setahun setelah dibentuk mereka merilis Full Album yang diproduksi oleh label Rottrevore Records,album ini diberi titel " Witness of Perfect Torture " berisi tujuh lagu,pada tahun yang sama Demo " Ripping the Pregnant " berisi 3 lagu yang mana ketiga lagunya dimasukkan ke album perdana mereka,pada 2005 mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman Sevared Records untuk pembuatan album " Annihilate the Enemy ",dan karya mereka kembali dapat kita dengar di Album Demo promo mereka " Jasad Promo 2010 " yang berisikan 2 lagu dan diproduksi sendiri. Man Jasad sendiri membuat komunitas di ujungberuk, bandung dengan nama PANCEG DINA GALUR!. Inilah formasi mereka saat ini Man sebagai Vokal, Yuli sebagai Bass dia juga pengisi Back Vokal, Ferly sebagai Gitar, Papap sebagai Drum.

Pada tanggal 2 May 2010 JASAD turut meramaikan Kuala Lumpur Metal Camp III, bersama DEFIELD (JEPANG), PUNISHER (), HUMILITION (KUALA LUMPUR), TORMENTRESS (SINGAPORE), PURGATORY (THAILAND), PICAGARI().





5. Siksa Kubur


Siksa Kubur band berasal dari ibukota Jakarta yang ber Line Up Septian Maulana-Vokal, Andre Tiranda-Gitar, Ewin Cazares-Bass, Nyoman Saputra Wardana-Gitar dan Adhytia Perkasa-Drum, mereka sukses merilis album keenam  yang bertajuk St. Kristo, ketika mereka tampil di Bandung Berisik 2012.

Pada saat di tahun 2010 Siksa Kubur meluncurkan album "Tentara Merah Darah". Saat itu Siksa Kubur ber Line Up Japs-Vokal, Andre Tiranda-Gitar, Ewin-Bass, Prama-Drum. Ketika meluncur kan album itulah mereka sukses menyayat telinga dengan konsep yang lebih gahar. Tak hanya di Indonesia, Siksa Kubur mendapat perhatian yang lebih di dunia Underground Internasional khususnya Singapura dan Malaysia.




0 komentar:

Poskan Komentar

Mungkin anda juga minati ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons